Takut Suntik

Bel sudah berbunyi, namun pelajaran belum dimulai dan para guru belum memasuki kelas-kelas untuk mengajar para murid termasuk Guntur, anak kelas 4 SD Nusa Bakti I, seperti murid-murid lainnya Guntur tanpa memikirkan guru nanti tiba-tiba datang, pun asyik bercanda dengan teman sebangkunya.

“Sekarang ada rapat guru ya, Ton?” tanya Guntur tiba-tiba.

“Nggak tahu, jarang-jarang ya” jawab Toni teman sebangku Guntur.

Tiba-tiba Bu Andri wali kelas Guntur datang.

“Pagi, anak-anak?” ucap Bu Andri.

“Pagi, Bu!” jawab murid-murid kompak.

Kemudian tiba-tiba Bu Andri mengumumkan bahwa ada petugas dari Puskesmas yang akan memberikan imunisasi. Perasaan takut tiba-tiba menyelimuti hati Guntur juga murid-murid lainnya.

“Aduh, Ton! imunisasi, disuntik gitu maksudnya?” tanya Guntur takut.

“Iya, memang kenapa, Tur? Takut?” jawab Toni.

“Iya, takut sama jarum suntiknya.” ucap Guntur.

“Ah, ngapain takut kan sakitnya cuma seperti digigit semut.” tanggap Toni.

“Sudahlah, ayo ke UKS tempat imunisasi itu.” ajak Toni ke Guntur yang ketakutan itu.

Dengan perlahan-lahan mereka berdua pun menuju ke UKS, dan terlihat sudah banyak murid lainnya yang antre menunggu giliran. tiba-tiba terdengar suara salah satu murid yang teriak dari ruang UKS tempat diadakanya imunisasi itu, dan itu menambah rasa takut uang dialami oleh Guntur.

“Waduh, Ton! kok sampai ada yang menjerit gitu ya? Katanya kamu kayak digigit semut?” tanya Guntur yang semakin takut itu.

“Ah, tenang aja deh! Nggak sakit kok.” ucap Toni meyakinkan Guntur.

Guntur mulai tenang dan mencoba menghilangkan rasa takut dan cemasnya tersebut. Tiba-tiba ada salah satu temannya lewat di depannya dengan menangis. Itu membuat rasa ketakutan Guntur memuncak lagi.

“Aduh, Ton! sudah deh, ayo temani aku ke kelas aja aku nggak mau di suntik, takut!” ucap Guntur ketakutan.

“Tenang aja lah! Tenang! itu kan Mika anak cewek di kelas kita yang paling manja jadi ya wajar. Tuh lihat banyak anak lain yang biasa saja setelah di suntik, Jadi tenang aja ya?” ucap Toni sekali lagi meyakinkan Guntur.

“Imunisasi itu juga penting bagi kita. Tujuannya, untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap penyakit sehingga kita tetap sehat,” jelas Toni

Guntur pun termenung, lalu mengangguk.

Tak terasa tiba giliran mereka berdua dengan didahului Toni karena Guntur masih sedikit takut dan belum siap. Akhirnya Guntur pun tiba gilirannya dengan perlahan-lahan ia melangkah masuk. Duduklah Guntur di antara para petugas dan menunggu dokter yang bertugas menyiapkan alat suntiknya.

“Dok, tidak sakit kan?” tanya Guntur cemas.

“tidak kok, Dik.” Jawab dokter tenang dengan siap-siap menyuntik Guntur.

Dengan mata terpejam dan ketakutan dokter pun menyuntik tangan kiri Guntur, akhirnya selesai, dan keluarlah Guntur.

“Gimana sakit, Tur?” tanya Toni dengan menghampiri Guntur.

“Sedikit.” jawab Guntur lemas.

“Apa aku bilang nggak akan sakit dan nggak perlu ditakutin, iya kan?” tanya Toni kembali.

“Iya, sudah lah ayo kita kembali ke kelas!” ajak Guntur.

Sambil berjalan Guntur berfikir memang benar kata Toni imunisasi tidak sakit, namun memberi manfaat bagi tubuh kita

Tentang taoefiq27

I'm only usual man
Pos ini dipublikasikan di Cerita dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s