PUASA RAMADHAN

  1. Pengertian dan Dasar Hukum Puasa Ramadhan

Menurut bahasa siyam/puasa artinya menjaga diri (imsak). Menurut istilah yaitu menjaga diri dari segala sesuatu yang dapat merusak atau membatalkan puasa mulai fajar sadik (waktu imsak) sampai terbenam matahari (waktu maghrib)dengan syarat dan rukun yang telah ditentukan.

Orang yang meninggalkan kewajiban puasa Ramadhan tanpa udzur, hukumnya kafir, karena telah meninggalkan pokok dasar ajaran Islam. Sabda Rasulullah SAW: “Pokok dan dasar agama Islam adat tiga, dan atas tiga itulah Islam didirikan. Barang siapa meninggalkan salah satunya maka hukumnya kafir dan halal darahnya, yaitu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bersaksi sesungguhnya Nabi Muhammad utusan Allah, mengerjakan shalat lima waktu dan berpuasa pada bulan Ramadhan. (HR. Abu Ya’la)

 

  1. Keutamaan Bulan Ramadhan

Diantara 12 bulan dalam tahun Hijriyah, ada satu bulan yang mempunyai keistimewaan lebuh daripada 11 bulan lainnya, yaitu bulan Ramadhan. Diantara keutamaan bulan Ramadhan, kami ambil beberapa hadis nabi yang pendek-pendek yaitu:

“Barang siapa bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan diharamkan oleh Allah api neraka menyentuh jasadnya.”

“Bila umatku mengetahui apa yang terkandung dalam bulan Ramadhan tentu mereka mengharapkan Ramadhan berlangsung setahun penuh.”

“Surga rindu kepada empat orang: pembaca Al-Quran, pengekang lidah, pemberi makan orang-orang lapar dan orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.”

 

  1. Syarat wajib puasa

Puasa Ramadhan diwajibkan bagi orang-orang yang telah memenuhi syarat sebagai berikut:

a)    Beragam Islam, selain Islam tidak wajib berpuasa

b)    Mukallaf, berakal sehat dan balig

c)    Mampu melaksanakan puasa, bukan orang yang sedang sakit dan orang yang sudah lanjut usia

d)    Sehat jasmani dan rohani

e)    Orang bermukim, bukan orang yang sedang berpergian sejauh 85 km (musafir)

 

  1. Syarat Sahnya Puasa:

a)    Islam

b)    Mumayyis

c)    Suci dari haid dan nifas bagi perempuan

d)    Pada waktu yang diperbolehkan puasa

e)    Tidak ada hal yang membatalkan puasa

 

  1. Hal-hal yang membatalkan puasa

a)    Suatu benda yang masuk ke dalam lubang menerus (telinga, hidung, mulut, farji, dan anus)

b)    Muntah dengan sengaja

c)    Bersenggama atau bersetubuh pada siang hari di Bulan Ramadhan

d)    Keluar mani disengaja

e)    Datang bulan di saat puasa

f)       Gila

g)    Murtad

 

  1. Hal-hal yang disunnah dalam puasa

a)    Segera berbuka puasa jika telah tiba waktu maghrib

b)    Berbuka dengan kurma atau makanan yang manis

c)    Membaca doa berbuka puasa

d)    Mengakhirkan makan sahur sebelum masuk imsak, agar lebih kuat menahan rasa lapar dan haus serta banyak tenaga

e)    Memberi makanan untuk berbuka kepada orang yang sedang puasa

f)       Memperbanyak amal sedekah dan infak

g)    Memperbanyak membaca Al-Quran

h)    Meninggalkan pembimbicaraan yang tidak ada manfaatnya

 

  1. Berbuka Puasa

Berbuka puasa itu sebaiknya dilakukan segera jika waktu magrib telah tiba dan makanan awal disunahkan makan kurma atau makanan yang manis, sabda nabi: “Apabila salah seorang dari kamu berbuka puasa maka berpuasalah  dengan tamar (kurma) dan jika tidak ada maka cukup dengan air.”

 

  1. Orang yang boleh meninggalkan puasa

a)    Sakit yang jika berpuasa bertambah sakitnya, tapi wajib mengqodho’ pada hari yang lain

b)    Musafir (menempuh perjalan jauh), tapi wajib mengqodoh’ pada hari yang lain

c)    Orang tua yang sudah lanjut usia (fisik lemah), tapi wajib diganti dengan membayar fidyah

d)    Wanita hamil atau menyusui yang membahayakan diri atau anakya jika berpuasa, mereka wajib membayar fidyah

 

  1. Hikmah puasa

a)    Sebagai rasa ungkapan syukur atas nikmat yang telah kita terima

b)    Sebagai pendidikan untuk melatih disiplin dan kepercayaan, dipandang dari ilmu pendidikan, puasa membentuk tabiat mutagin yang menjaga hubungan dengan Allah sehingga terlindung dari kejahatan. Dengan demikian terjalinlah hikmah salat dan puasa, salat mencegah dari kejahatan dan puasa melindungi dari kejahatan

c)    Dengan lapar dan haus kita juga merasakan bagaimana penderitaan fakir miskin sehingga rasa social kita akan tumbuh

d)    Menurut statistik kesehatan, 60% penyakit berasal dari perut. Dengan puasa maka kita juga berusaha agar penyakit tersebut tidak tumbuh.

Tentang taoefiq27

I'm only usual man
Pos ini dipublikasikan di Agama Islam, Pengetahuan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s