Malam Lailatul Qadar

Bulan Ramadhan dibagi menjadi 3 bagian. Yaitu 10 hari pertama yaitu Rahmatan, 10 hari kedua yaitu Maghfirah, dan 10 hari terakhir disebut Ashrul Awakhiri. 10 hari terakhir di bulan Ramadhan ini lebih spesial daripada 10 hari pertama dan kedua. Karena di dalamnya terdapat malam yang lebih mulia dari seribu bulan yaitu malam Lailatul Qadar. Pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, Nabi Muhammad SAW tidak menggauli istri-istrinya dan lebih banyak beriktikaf di masjid. Kegiatan itu telah dimulai oleh Rasulullah sejak malam ke-11.

Umat-umat sebelum Nabi Muhammad SAW seperti umat Nabi Isa, Nabi Ibrahim, dll mempunyai fisik yang sangat kuat dan berumur hingga ratusan tahun. Ada yang puasa selama 60 tahun, selama hidupnya berperang untuk menegakkan Islam, dll. Rasulullah menyadari bahwa umatnya mempunyai fisik lemah dan berumur lebih pendek dari umat-umat sebelum-Nya. Kemudian Rasulullah berdoa kepada Allah dan di dalam doa Rasulullah menceritakan semua kenyataan itu kepada Allah. Allah pun menjawab doa Rasulullah. Jawaban doa Rasulullah yaitu Allah memberikan hadiah yang sangat istimewa yang tidak diberikan kepada umat-umat lain yaitu malam Lailatul Qadar. Sebagai umat Rasulullah kita patut bersyukur karena kita diberi hadiah yang sangat istemewa berupa malam yang sangat mulia yaitu malam Lailatul Qadar.

Di dalam Surah Al-Qadar ayat 1-5 dijelaskan tentang Malam Lailatul Qadar:

  1. Inna anzalnaahu fii lailatil qadr
  2. Wa maa adraaka maa lailatul qadr
  3. Lailatul qadri khoirum min alfi syahr
  4. Tanazzalul malaaikatu war ruuh fiiha bi indzni robbihim min kulli amr
  5. Salaamun hiya hatta mathla’il fajr

Artinya:

  1. Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Quran) pada malam Qadar (Lailatul Qadar)
  2. Tahukah kamu, apakah malam Qadar itu?
  3. Malam Lailatul Qadar itu, adalah malam yang lebih mulia dari seribu malam
  4. Pada malam itu, turunlah malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Tuhan mereka; (membawa) segala urusan
  5. Malam itu, adalah malam selamat dan malam sejahtera, hingga terbit fajar

Arti dari ayat ke-3 yaitu “Malam Lailatul Qadar itu, adalah suatu malam yang lebih mulia dari seribu bulan”. 1000 bulan = 83 tahun 4 bulan. Jika kita beribadah pada malam itu dan mendapatkan malam Lailatul Qadar, maka ibadah kita sama dengan beribadah 1000 bulan. Subhanallah…. Berarti sama saja umur kita lebih dari 100 tahun.

Malam yang mulia itu berada di antara malam-malam ganjil di Bulan Ramadhan yaitu pada malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29. ‘Mengapa kita tidak diberitahu sebenarnya malam Lailatul Qadar berada malam keberapa?’ karena jika kita diberitahu malam Lailatul Qadar berada pada malam keberapa, maka manusia akan lebih fokus beribadah pada malam yang telah diberitahu sebagai malam Lailatul Qadar seperti salat Tarawih, Witir, dll. Sedangkan pada malam lain pasti tidak akan melakukan ibadah, karena kita kan sudah mendapatkan malam Lailatul Qadar. Ngapain ibadah lagi?. Pasti umat manusia akan berpikir seperti itu. Misalnya kita diberitahu bahwa malam Lailatul Qadar berada pada malam ke-23, pasti manusia akan beribadah dan beriktikaf di masjid pada malam itu saja. Dan pada malam-malam lain tidak. Tujuannya agar manusia berusaha untuk mencari dan berusaha kapan malam Lailatul Qadar itu berada. Dan kita dianjurkan tidak hanya beriktikaf dan melakukan ibadah sunah lainnya hanya pada malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir, bahkan kita dianjurkan agar beribadah dan beriktikaf setiap malam.

Di Bulan Ramadhan kita juga dianjurkan untuk membaca 4 hal yaitu:

Hal 1 â Asyhadu’allaa Ilaahaillallah

Hal 2 â Astaughfirullah

Hal 3 â Nas’aluka ridha kawal jannah

Hal 4 â Wana’udzubikawannar

Manfaatnya : Dengan 4 hal itu orang akan mendapat ketenangan, kesenangan, ampunan dari Allah. Sehingga Allah akan mengingat kita. Dan dengan ridha Allah kita memohon agar dimasukkan ke dalam surga dan dijauhkan dari api neraka yang menjilati kulit manusia.

 

4 hal yang membuat manusia menerima Lailatul Qadar, yaitu:

  1. Orang yang ikhlas karena Allah SWT

Orang yang segala aktivitas dilakukan hanya karena ingin beribadah dan mendapatkan ridha Allah SWT.

 

  1. Orang yang menjaga puasanya sebulan penuh.

Jika ada satu hari saja yang tidak dijaga puasanya, maka tidak akan mendapatkan malam Lailatul Qadar.

 

  1. Orang yang melakukan salat Isya’ dan Subuh secara berjamaah.

Jika kita melakukan salat Isya’ secara berjamaah sama dengan kita beribadah setengah malam dan jika kita melakukan salat subuh berjamaah sama dengan kita beribadah semalam suntuk.

 

  1. Orang yang tidak melakukan 4 hal yang menyebabkan malaikat tidak mau mendekat dengannya, yaitu

Orang yang meminum minuman keras

Jika kita sekali saja mencoba minum minuman keras, maka kita akan kecanduan. Dan hal itu sangat dibenci Allah.

Orang yang tidak berbakti kepada orang tua

Yaitu orang yang selalu membantah perintah kedua orang tua dengan mengucapkan kata-kata yang kasar.

Orang yang memutuskan tali silaturahmi

Misalnya orang yang tidak mengakui kerabatnya hanya karena kerabatnya miskin.

Orang yang selalu membuat pertengkaran

Orang yang seperti itu akan selalu bertengkar walau sesama umat muslim. Jadi, jauhilah pertengkaran.

 

Oleh karena itu, kita harus memperbanyak amal baik pada Bulan Ramadhan terutama pada malam-malam di 10 hari terakhir Bulan Ramadhan. Agar kita mendapatkan malam Lailatul Qadar dan ridha Allah SWT.

Tentang taoefiq27

I'm only usual man
Pos ini dipublikasikan di Agama Islam, Pengetahuan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s