Gempa Bumi

Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.

Gempa bumi baru menjadi suatu bencana jika melepaskan kekuatan yang besar. Pada saat itulah, gemap bumi akan menimbulkan kerusakan yang besar. Bahkan, tidak jarang gempa bumi memakan korban jiwa.

Gelombang pasang air laut yang disebabkan oleh gempa bumi disebut gelombang tsunami. Alat untuk mengukur getaran gempa bumi disebut seismograf. Hasil catatan gempa disebutkan jika skala richter seismograf menunjukkan 5,0 atau lebih berarti termasuk gempa berbahaya. Pusat gempa disebut hiposentrum. Pusat getaran di permukaan bumi disebut episentrum. Pusat gempa bisa terjadi dari gunung api di daratan, gunung api di dasar laut. Indonesia daerah rawan gempa bumi karena letak Indonesia dekat dengan lempeng Tektonik Eurasia, Australia, dan Filipina.

v  Tipe gempa bumi

  1. Gempa bumi vulkanik ( Gunung Api ). Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempa bumi. Gempa bumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.
  2. Gempa bumi tektonik. Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng-lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempa bumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh pelepasan [tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik. Teori dari tektonik plate (lempeng tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik. Gempa bumi tektonik memang unik. Peta penyebarannya mengikuti pola dan aturan yang khusus dan menyempit, yakni mengikuti pola-pola pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang menyusun kerak bumi. Dalam ilmu kebumian (geologi), kerangka teoretis tektonik lempeng merupakan postulat untuk menjelaskan fenomena gempa bumi tektonik yang melanda hampir seluruh kawasan, yang berdekatan dengan batas pertemuan lempeng tektonik. Contoh gempa tektonik ialah seperti yang terjadi di Yogyakarta, Indonesia pada Sabtu, 27 Mei 2006 dini hari, pukul 05.54 WIB,
  3. Gempa bumi tumbukan. Gempa bumi ini diakibatkan oleh tumbukan meteor atau asteroid yang jatuh ke bumi, jenis gempa bumi ini jarang terjadi
  4. Gempa bumi runtuhan. Gempa bumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah pertambangan, gempa bumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.
  5. Gempa bumi buatan. Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.

v  Penyebab terjadinya gempa bumi

Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itu lah gempa bumi akan terjadi.

Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.

Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi (jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi.

v  Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan ketika terjadi gempa bumi, antara lain sebagai berikut.

  • Jangan panik. Jika berada di dalam rumah, berlindunglah di bawah meja dan cobalah untuk tetap tenang. Jangan terburu-buru untuk keluar rumah saat gempa terjadi karena mungkin ada pohon atau bangunan yang roboh. Setelah gempa mereda, segera keluar dari rumah menuju ke tanah kosong. Gempa susulan mungkin terjadi.
  • Matikan alat-alat elektronik, kompor, dan alat-alat lainnya yang dapat menimbulkan percikan api. Hal ini untuk mengurangi risiko kebakaran yang terjadi setelah atau pada saat gempa bumi terjadi.
  • Jika kita berada di jalan raya, kurangilah kecepatan secara bertahap dan hentikan kendaraan di bahu jalan. Jangan berhenti di dekat pom bensin atau di bawah jembatan penyeberangan. Berhati-hatilah terhadap tiang listrik, papan reklame, atau bangunan-bangunan yang berada di sekitar jalan.
  • Selalu utamakan keselamatan jiwa terlebih dahulu dari pada harta benda. Pastikan tidak ada anggota keluarga yang tertingal pada saat pergi ke tempat evakuasi.
  • Cari informasi mengenai gempa bumi yang tersedia. Hal ini untuk menambah kesiapsiagaan dalam menghadapi gempa bumi yang mungkin terjadi di daerah kita.

v  Kerugian antara lain:

Timbul kemiskinan

Banyak anak tidak sekolah

Banyak korban jiwa

Keadaan tidak aman

Hidup merasa tidak tenang

Kehilangan harta benda

Tekanan mental

Kerusakan lingkungan

Tentang taoefiq27

I'm only usual man
Pos ini dipublikasikan di Bencana, Pengetahuan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s