Belajar Dari Pengalaman Orang Lain

Suatu hari sekitar jam sepuluh malam

  1. Mama            :  Tomi sayang, sudah tidur ya?(Tanya mama di balik pintu)
  2. Mama            :  Kok, nggak ada jawabnya! Oo, pasti sudah tidur pulas. (pikir mama)

 

Namun ternyata Tomi di dalam kamar belum tidur

  1. Tomi              :  Fiuh….(menggusap muka) untung mama nggak masuk kamar.
    1. Tomi              :  Ok, kalau gitu aku sekarang siap – siap ke rumah Robby biar nggak kemalaman.

 

Tidak lama kemudian Tomi keluar kamar melalui jendela dan menuju ke rumah Robby, sahabatnya yang bandel dan berhobi sama. Ya, sudah hampir sebulan ini Tomi melakukan itu, di saat papa, mama dan Tami, kakaknya sudah tertidur pulas. Dan tidak lama Tomi sudah berada di depan rumah Robby.

  1. Tomi              :  Robby…Robby…!!! (berbisik – bisik)
    1. Tomi              :  Kok nggak ada jawaban? Ah, ini ada kayu aku lempar aja. (sambil mengambil kayu kecil yang ada di dekatnya)

Pletak!!!

Tomi melempar kayu kecil tersebut dan mengenai ujung jendela kamar Robby.

  1. Robby            :  Sebentar, mamaku belum tidur. Tunggu aku di ujung gang.(separuh berbisikdari jendela kamarnya)
  2. Tomi              :  Ok, aku tunggu sana, cepat ya! Keburu malam nih.
  3. Robby            :  iya,iya cepat dah ke sana!

 

Tomi pun berlari ke ujung gang dan tak sampai lima belas menit, Robby sudah berdiri di hadapan Tomi.

  1. Robby            :  Yuk, langsung cabut ke Gamezone. Nanti kemalaman.
  2. Tomi              :  Yuk, aku juga nggak sabar mau main.
  3. Robby            :  Tom, main berapa jam?
    1. Tomi              :  Aku c, cuma bawa uang enam ribu (sambil berjalan ke tempat Gamezone tersebut)
  4. Robby            :  Ya sudah, aku juga main segitu deh.

 

Setibanya di Gamezone, Tomi dan Robb langsung mencari meja computer yang tidak terlihat dari pintu keluar. Kalu pemilik tempat game tahu keduanya masih anak – anak, pasti mereka tidak akan di izinkan bermain di sana selarut ini. Tak lama kemudian mereka berdua sudah asyik di depan computer.

  1. Tomi              : Yes, menang lagi!!!(serunya)
  2. Robby            : Apa kamu curang nyerang dari belakang,ayo kita ulang lagi!
  3. Tomi              : Ayo, siapa takut!!!
  4. Robby            :  Ok, ayo mulai!!(dengan penuh semangat)
  5. Tomi              :  Siap….go!!!!

Tak terasa mereka sudah di bermain beberapa kami. Setelah mata Tomi mulai lelah.

  1. Tomi              : Rob, kita pulang yuk. Sudah jam satu lewat nih. Besok kita berdua bisa terlambat ke sekolah.(sambil mematikan komputernya dan berhenti bermain)
  2. Robby            :  Bentar, Tom. Rugi dong sudah bayar enam ribu, mainnya nggak sampai tiga jam.(sambil keasyikan main Counter Stirike)
  3. Tomi              :  Aku duluan deh ya, takut ketahuan mamaku.
  4. Robby            : Ya, besok tapi main lagi kan?
  5. Tomi              :  Pastilah!!! Ya sudah,bye Bro!
  6. Robby            :  Bye…

Jadilah Tomi melangkah pulang seorang diri.

 

  1. Tomi              :  Fiuhh, untung seisi rumah tak ada yang tahu deh.(sambil naik ke jendela kamarnya yang nggak tertutup rapat)
  2. Tomi              : Selamat deh. (pikir Tomi, sambil meloncat pelan – pelan masuk kamar)
  3. Tomi              :  Ok, serang cepat – cepat tidur biar tak ada orang yang curiga.(melangkah ke tempat tidur dan menarik selimutnya)

 

Tak butuh waktu lama Tomi pun tidur dengan pulas. Paginya Tomi bangun, mandi, dan sarapan seperi biasanya sehingga tidak seorang pun curiga kalau ia menelinap keluar rumah semalam. Tidak kepergok membuat Tomi melakukan hal itu setiap malam. Dan suatu hari wali kelas Tomi, Bu Monika menyerahkan surat undangan untuk Papa dan Mama.

  1. Bu Monika     :  Tomi, sini sebentar?(melambaikan tangan ke Tomi yang sedang mengerjakan tugas Bu Monika)
  2. Tomi              : Iya,Bu.(melangkah ke meja guru)
  3. Tomi              : Ada apa, Bu?
  4. Bu Monika     :  Ini Tomi, tolong surat undangan ini berikan kapada orang tuamu! (sambil menyerahkan suratnya ke Tomi)
  5. Tomi              :  Kalau boleh tahu, surat apa ya Bu?
  6. Bu Monika     :  Oo, cuma surat undangan biasa Bu monika Cuma ingin bicara sama orang tuamu saja. Ya sudah kamu kembali ke bangkumu dan selesaikan tugasnya.
  7. Tomi              : Baik, Bu. (Tomi melangkah sambil merasa ingin tahu maksud surat tadi)
  8. Robby            :  Ada apa, Tom?(Tanya Robby ketika Tomi sudah berada di sebelahnya)
  9. Tomi              :  nggak tahu nih, aku di beri surat buat orang tuaku. Apa karena nilai ku merosot ya, Rob?
  10. Robby            : Memang Bu Monika nggak bilang untuk apa surat itu?
  11. Tomi              :  Nggak…
  12. Robby            :  Alah, mungkin cuma surat undangan biasa Tom, tenang aja lah. (santai)
  13. Tomi              :  Iya mungkin,ya sudahlah.

Memang Bu monika tidak memberi tahu maksud surat itu, yang sebenarnya ingin membahas tentang kelakuan Tomi yang sering Ke UKS untuk istirahat dan nilai – nilainya yang terus turun.

 

Ke esok harinya orang tua Tomi ke sekolah.

  1. Mama            : Permisi Bu?(mengetuk pintu di rungan Bu Monika)
    1. Bu Monika     :  Iya masuk (sambil menaruh pensil yang di pegangnya dan menoleh ke arah pintu), o orang tuanya Tomi mari, silahkan duduk.
    2. Papa              :  Iya, permisi
    3. Mama            :  Ada apa ya Bu kami di undang ke sini?
    4. Bu Monika     :  Gini Bu sejak dua bulan terakhir saya perhatkan semangat belajar Tomi mulai menurun. Nilai nilainya merosot tajam. Apalagi hampir setiap hati Tomi mina izin istirahat di ruang UKS. Pelajarannya jadi banyak yang tertinggal, ada apa ya Bu?
    5. Mama            :  Kok jadi gitu ya Bu padahal Tomi tidak ada yang berubah kelakuannya di rumah.
    6. Papa              :  Ada lagi Bu? kelakuan Tomi yang tidak seperti biasanya?
    7. Bu Monika     :  Tidak ada.
    8. Papa              :  Kalau gitu kami pamit pulang dulu ya Bu karena masih ada keperluan lain, iya nanti kami akan nasehati Tomi.
    9. Mama            :  Permisi, Bu.
    10. Bu Monika     :  O, iya.

Setulah mendapat teguran iu, Papa dan Mama meansehati Tomi. Namun Tomi tidak jera juga. Padahal ulangan umum semakin dekat. Sampai akhirnya tibalah hari pembagian rapor semester satu. Rapor Tomi merah tiga. Diam – diam, papa Tomi menyelidiki penyebab merosotnya nilai Tomi. Dari teman sekelas Tomi, papa Tomi akhirnya tahu kalau Tomi sering mampir ke tempat game sepulang sekolah, juga jadi tahu kalau Tomi kini bergaul dengan Robby.

 

Nasihat mama papa dan Bu Monika tidak juga didengar Tomi. Ia tetap menyelinap di waktu malam. Sampai suatu hari, Mang Eros, supir papa, pernah melihat Tomi menyelinap masuk lewat jendela pada jam tiga pagi.

  1. Mang Eros     :  Lho…itu kan den Tomi, kok seperti maling gitu?(heran)
  2. Mang Eros     : Bilang tuan ah…(menuju kamar papa Tomi)
  3. Mang Eros     : Tuan…tuan…(memaggil papa Tomi yang sedang tidur di kamar)
  4. Papa              : ada apa Mang?
    1. Mang Eros     : gini tuan saya melihat den Tomi nyelinap mask lewat jendela pagi – pagi ini tuan.
    2. Papa              : Oo, gitu a sudah kamu kembali!
    3. Mang Eros     : Baik tuan.

 

Esok paginya, ketika hendak sarapan, Tom terkejut. Tampak papa, mama, dan kak Tami sudah duduk dengan tegang mengelilingi meja makan. Mang Eros dan Bik Nirah juga berdiri tak jauh dari mereka.

  1. Papa              :  Duduk Tomi!
  2. Tomi              :  Iya Pa.
  3. Papa              :  Dari mana kamu semalam?
  4. Tomi              :  nggak kamana – mana Pa, aku tidur. (dengan muka ketakutan)
    1. Papa              : Jangan bohong! Mang Eros tadi malam lihat kamu masuk lewat jendela. Dari mana kamu?(marah)
    2. Tomi              : A..a…anu…
    3. Mama            :  Bilang saja Tom!(desak mama)
    4. Tomi              :  Ehm…baik. Gini Ma, Pa, Tomi setiap malam hampir tiga bulan ini keluar malam saat Mama Papa sudah tidur ke Gamezone bersama Robby.(sambil ketakutan dan menangis)
    5. Papa              :  Papa sengaja menunggu sampai pagi untuk mendengarkan ceritamu, supaya kamu bisa tidur dulu. (dengan lembut)
    6. Mama            :  Teman yang baik seharusnya mengajak kita melakukan hal – hal yang baik, Tom. Robby bukan teman yang baik, sebab ia menjerumuskan kamu. Untung kamu cepat sadar. Coba kalau tdak…bisa – bisa kamu tidak lulus SD.
    7. Kak Tami       :  Kakak dengar, dulu Robby pernah tidak naik kelas karena ketagihan main game. Kamu kan bisa belajar dari pengalaman Robby. Tidak usah sampai mengalami sendri tidak naik kelas.
    8. Tomi              : Iya (mengangguk sadar). Mama Papa benar. Kak Tami juga. Tomi salah, Tomi merasa bodoh, karena tidak belajar dari pengalaman Robby.

Akhirnya Tomi berangkat ke sekolah dan sadar. Sejak saat itu Tomi berubah kembali dan tidak pernah bergaul lagi dengan Robby dan bermain game sepilang sekolah maupun malam hari.

 

* SELESAI *

Tentang taoefiq27

I'm only usual man
Pos ini dipublikasikan di Drama dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s