NILAI atau ILMU???

Ini mungkin adalah tulisan pertama saya yang merupakan pendapat dari saya sendiri.

Kali ini saya  akan membahasa mengenai belajar.

Jika kita berbicara mengenai BELAJAR, pasti yang ada dibenak kita adalah NILAI. Ya, belajar selalu dikaitkan dengan hal itu. Terutama bagi para orang tua yang selalu menuntut agar anaknya HARUS selalu ranking tak terkecuali guru dan murid itu sendiri. Tapi tak selamanya NILAI dan RANKING adalah hal  yang terbaik.

Sebelum membahas mengenai hal itu, sebelumnya saya akan membahas “Sebenarnya apa tujuan kita pergi ke sekolah atau dengan kata lain BELAJAR?”. Untuk menjawab pertanyaan itu, pasti ada dua pilihan, yaitu NILAI atau ILMU. Pasti semua orang akan menjawab ILMU, mungkin jawaban terbesar kedua adalah yang menjawab NILAI dan ILMU, dan saya percaya hanya sebagian kecil yang menjawab NILAI itu pun hanya orang-orang yang paling jujur. Tapi kita lihat keadaan sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari. Saya mengambil contoh teman satu kelas saya. Hampir 75% memilih ILMU, 20% memilih ILMU dan NILAI, dan sisanya, 5% memilih NILAI. Pertama, saya akan menjelaskan definisi dari ILMU dan NILAI itu sendiri:

ILMU: pengetahuan atau kepandaian baik yang termasuk jenis kebatinan maupun yang berkenaan dengan keadaan alam, dan sebagainya.

NILAI: angka yang mewakili prestasi dalam bentuk fisik sebagai bukti hasil belajar; harga, ukuran (n); sifat-sifat penting yang berguna bagi manusia, dalam menjalani hidupnya.

Yang saya maksud dari arti NILAI adalah yang bergaris tebal.

Semua orang pasti butuh ILMU, untuk tujuan tertentu. Saya akan mengambil contoh jika belajar memang hanya untuk mencari ILMU. Jika kita belajar untuk mencari ILMU, pastinya kita tidak perlu dijaga atau diawasi pada saat ulangan dan kita tidak perlu mencontek jika kita benar-benar hanya membutuhkan ILMU. Tetapi pada kenyataannya berbeda, orang yang mengatakan membutuhkan ILMU juga melakukan hal yang membuktikan bahwa dia tidak hanya membutuhkan ILMU tetapi juga membutuhkan NILAI, seperti yang telah saya jelaskan di atas. Bahkan semua murid di Indonesia bahkan di dunia pernah mencontek secara langsung atau tidak.Hal itupun terjadi di kelas saya. Teman sekelas saya yang menjawab membutuhkan ILMU pada kenyataannya juga mencontek tugas bahkan pada saat ulangan. Jika mengatakan TIDAK PERNAH MENCONTEK, maka saya jamin itu tidak sepenuhnya benar. Jadi, pada intinya, tujuan kita belajar adalah mendapatkan NILAI yang bagus. Saya mengambil kesimpulan itu karena itulah yang terjadi sebenarnya pada pelajar di Indonesia. Semua pelajar menghalalkan segala cara agar mendapatkan NILAI yang bagus. Tak terkecuali pada saat ujian nasional.

Tapi saya mengatakan bahwa jika orang yang mengatakan tidak membutuhkan NILAI adalah orang yang “munafik”. Karena sangat bohong jika tidak membutuhkan NILAI. Sekarang kita lihat dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam ruang lingkup sekolah. Semua membutuhkan NILAI. Untuk masuk SMP, SMA, Perguruan Tinggi membutuhkan nilai. Bahkan untuk membuktikan bahwa anak itu pantas untuk naik kelas atau lulus hanya dengan nilai dari anak tersebut. Jadi, saya pribadi lebih condong kepada jawaban yang mengatakan bahwa tujuan belajar adalah untuk mendapatkan ILMU dan NILAI. Karena tanpa NILAI apa yang akan menjadi acuan anak itu tergolong anak jenius, pintar atau bodoh.

Tapi saya berpesan janganlah ILMU Anda yang memperbudak Anda tetapi Anda lah yang harus memanfaatkan ILMU itu untuk alat Anda sebagai sarana memuliakan diri ANDA agar berguna bagi orang-orang disekeliling Anda.

Tentang taoefiq27

I'm only usual man
Pos ini dipublikasikan di Pengetahuan, Tulisan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s