KUHARAP PINTAKU

Buah karya: Dwi Taufiqurrahman

Tatkala sang raja siang masih mengiringi alunan nafasku
Ketika angin masih menusuk sukma
Saat khayalku masih menyatu dengan alam
aku akan tetap bertahan

Perih pedih
Itulah yang membekas dalam relung jiwaku saat ini
Di atas dipan tua
yang termakan usia

Detik demi detik
Perenggutan nyawa itu berlangsung
Berlangsung tanpa malu di hadapanku
Walau gagal
tapi dia berhasil
merenggut semua
angan harapan dan citaku

Lembaran album usang
Kubuka dengan tetesan air mata
Hilang semua kebahagiaan
Pupus semua harapan
Aku hanya bisa terbaring tanpa daya di atas dipan tua
yang termakan usia

Aku hanya bisa tersenyum sepat
Tatkala kata-kata penuh makna terngiang di benakku

Setiap malam
Lewat celah-celah jendela lapuk
Aku menatap lautan bintang
sembari berdoa
karena kuyakin pelangi akan muncul di malam hari
Akan kuajak bicara berbagi duka
Di dalam derita berpeluh nista

Tentang taoefiq27

I'm only usual man
Pos ini dipublikasikan di Puisi dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s