TIGA GOLONGAN YANG AKAN MENDAPATKAN KESELAMATAN KEBAHAGIAAN DAN KEMULIAAN DI DUNIA DAN DI AKHIRAT

Tiga golongan atau tiga kelompok manusia yang akan mendaoatkan keselamatan, kebahagiaan, dan kemuliaan hidup di dunia dan di akhirat yaitu:

 

  1. Shoohibul Khuluqil Hasani (orang yang selalu berbuat baik)

Berbuatlah baik bisa dimulai dari keluarga kita. Berbuat baik kepada ayah, ibu, kakak, adik dan semua anggota keluarga yang ada di rumah kita. Kita sebagai seorang anak sudah sepatutnya untuk berbuat baik kepada kedua orang tua kita. Kenapa demikian? Karena merekalah yang telah mendidik, merawat, dan memberikan pendidikan kepada kita sehingga kita bisa menjadi manusia yang hebat dan berguna. Tidak sedikit anak yang melalaikan orang tuanya. Banyak anak yang durhaka kepada ibunya. Mereka tidak sadar bahwa perjuangan ibu ketika dimulai dari proses mengandung sampai melahirkan sangatlah susah di atas susah. Banyak anak yang durhaka kepada ibunya bahkan ada yang melawan sampai dia membentaknya. Anak seperti inilah yang akan dilaknat oleh Allah SWT.

Sering seorang anak berani menjawab apabila ibunya memberi nasehat. Padahal di dalam Al-Quran jelas-jelas ada larangan, berkata: “Uh” saja tidak boleh apalagi sampai menjawab dengan perkataan yang menyakitkan. Apalagi kita pernah melakukan hal itu segera minta maaf kepada beliau. Kita sering tidak merasa ketika kita bertengkar dengan ibu kita, di saat beliau masih kumpul dengan kita, ini tidak akan terasa, namun ketika ibu kita sudah tiada barulah kita sadar betapa mulianya beliau, bahkan di saat itu kita kehilangan. Kalau demikian? Jelas itu sudah terlambat.

Dari penjelasan di atas mari kita mencoba untuk selalu berbuat baik kepada keluarga kita terlebih pada ibu kita, sehingga apabila ibu kita ridha terhadap kita, maka jelas kita akan mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat kelak.

 

  1. Al-Mukhlisu Bi’Amalihi (orang yang ikhlas terhadap amal perbuatannya)

Setiap amal perbuatan kita selalu dicatat oleh Allah SWT melalui malaikat Rokib dan Atid. Baik itu, amal baik maupun amal buruk semua pasti akan dimintai pertangggung jawaban. Tidak sedikit orang yang menyadari hal ini, banyak sekali orang yang masih melakukan hal-hal yang tidak baik, padahal semua amal itu akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah SWT. Amal yang baik juga akan dibalas dengan kebaikan yaitu Surga, sedangkan amal yang buruk akan dibalas dengan siksa dan azab Neraka.

Oleh sebab itu dalam beramal kita harus melandasinya dengan ikhlas. Amal baik kita jangan sampai dicampuri dengan riya’ (pamer) untuk dipuji oleh orang lain, karena riya’ itu akan menghapus amal baik kita.

Setiap amal kita baik besar maupun kecil, dilihat manusia atau tidak marilah kita landasi dengan rasa ikhlas, sehingga amal yang ikhlas inilah yang akan menemani kita di alam kubur sampai alam akhirat. Amal yang baik akan membawa pertolongan sedang amal yang buruk akan membawa bencana alam dan siksa. Perlu kita ketahui bahwa tiga hal yang akan mengantar atau menyertai jenazah ketika berangkat ke pemakaman. Yang pertama adalah keluarganya yaitu Istri/Suami, Anak-anak, Tetangga, dan Kerabatnya. Yang kedua adalah hartanya yaitu barang-barang yang digunakan untuk proses perawatan jenazah, di antaranya kendaraan yang digunakan untuk mengantar jenazah, bantal, kain panjang (jarik) penutup jenazah dll. Sedangkan yang ketiga adalah amal.

Nah… ketiak semua proses perawatannya sudah selesai, maka yang dua kembali sedangkan yang satu tidak bersamanya sampai hari kiamat bahkan sampai pertanggung jawaban di hadapan Allah SWT dan membuang serta menjauhi segala amal buruk, sehingga kita akan menjadi manusia yang mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

 

  1. Al-Mutawadhi’u (orang Tawadhu’/Rendah Hati)

Orang yang Tawadhu’ biasanya selalu menjaga perbuatannya dari rasa sombong atau congkak. Dia merasa bahwa manusia adalah mahluk yang lemah, yang tanpa pertolongan Allah SWT dia tidak akan mampu berbuat apa-apa. Jika semua manusia selalu menjaga perasaan ini, niscaya dia akn menjadi manusia yang mula di hadapan Allah SWT. Sebaliknya apabila ada orang yang selalu membanggakan dan menyombangkan dirinya atas kekayaan, status social, keturunan, pangkat, dan derajatnya, maka sesungguhnya dia hina di hadapan Allah SWT.

Mudah-mudahan kita akan termotivasi dan selalu punya keinginan dan niat untuk ketiga hal tersebut di atas yang akan membawa keselamatan, kebahagiaan, dan kemuliaan hidup di dunia dan di akhirat. Amiiin.

About these ads

Tentang taoefiq27

I'm only usual man
Tulisan ini dipublikasikan di Agama Islam, Pengetahuan dan tag . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s